Archive for the 'Web/Tech' Category

25
Feb
10

Terima Update Seketika Status/Komentar FB Secepat SMS

Apa sih yang bikin makin banyak orang kegandrungan facebook alias FB? Situs jejaring sosial ini jadi populer, menggantikan friendster yang populer sebelumnya, karena fiturnya yang memudahkan orang untuk merespon status atau foto teman lewat komentar (singkatnya: komen/comment). Update status atau posting lainnya secara live akan tertampil di halaman muka, demikian pula notifikasi respon komen atas posting tersebut juga akan terkirim ke email. Berbeda dengan friendster, yang banyak menggunakan nama samaran tidak standard, pengguna facebook secara aturan diminta menggunakan nama asli. Hal ini lebih memudahkan pencarian teman secara tepat. Walau belakangan muncul juga nama-nama samaran tidak standard yang muncul.

Soal update meng-update ini jadi hal yang menarik, salah satu bentuk baru komunikasi yang bersifat group. Berbeda dengan sms ato telpon yang hanya personal dua pihak. Sifatnya jadi makin sederhana, hingga situs yang menawarkan layanan sederhana, hanya berupa update status semacam twitter atau plurk jadi begitu populer. Istilah populernya microblogging, semacam blog skala mikro yang sekedar mengabarkan sedang apa atau beropini apa dalam sebaris singkat kalimat.

Kembali soal FB, penyederhanaan moda notifikasi update status/komen pun kini menjadi semakin sederhana. Dari yang kompleks mesti buka situs lewat browser komputer, kemudian menjadi versi ringan mobile yang bisa di akses di browser atau aplikasi hape. Sekarang sudah dapat diakses via SMS. Judul di atas kalau mau direvisi, bukan secepat SMS, tapi memang berbentuk SMS. Keunikan layanan ini, segala macam update status/komen, secara seketika akan terkirim melalui SMS ke hape. Untuk merespon, cukup reply lewat SMS juga. Lebih update, karena tanpa harus mengecek via browser hape atau komputer, sudah terima seketika di hape. Dan pastinya lebih cepat pula ketika merespon. Kelemahannya, karena berbasis teks, untuk melihat gambar atau multimedia lainnya tetap harus mengakses via browser hape atau komputer. Tapi menyimak trend kesederhanaan fungsi komunikasi ke sifatnya yang dasar dan mudah, notifikasi sms seketika ini yang menjadi keunggulan.

Nah mungkin belum banyak yang tahu tentang layanan ini. Untuk bisa mendapatkan update dan respon via sms ini, pengguna FB mesti mengaktifkan fitur facebook text messages lewat setting mobile account. Saat ini operator yang mendukung layanan ini hanya 3, Telkomsel, dan Axis. Setelah mendaftarkan nomor hape, dan memasukkan kode aktivasi yang terkirim ke nomor kita, maka secara otomatis kita telah tersambung ke layanan update sms ini. Untuk pilihan notifikasi apa saja yang kita terima, jam aktif layanan (misal saat jam tidur sms dinonaktifkan), daftar teman yang ingin kita terima updatenya, dan pengaturan lainnya bisa di atur di menu setting. Untuk 3, terima sms notifikasi update dari fb ini gratis. Namun, bila merespon status/komen akan dikenakan biaya Rp 100/sms. Untuk pengguna aktif disarankan berlangganan unlimited, dengan biaya Rp 5000/bulan. Jelas menarik, selain menerima notifikasi SMS seketika respon teman terhadap status/posting kita, juga terima update status dari teman yang kita masukkan daftar notifikasi. Ga pake repot kudu refresh atau cek browser, langsung masuk ke inbox SMS. Mau?

07
Nov
08

Berselancar Ringan Dengan Google Chrome

Siapa yang tidak kenal dengan nama Google, sang mesin pencari nomor wahid sejagat. Kalau sekitar sepuluh tahun lalu, Yahoo menjadi referensi pertama soal mesin pencari, sekarang orang akan langsung mengetik google di address bar untuk melakukan pencarian. Hingga muncul idiom baru di dunia internet, Googling. Atau dalam bahasa becandaan saya, ini tadi baru dapat info dari mas atau mba google, :-) . Filosofi utama yang dipegang Google dan masih dipertahankan sampai dengan saat ini adalah kesederhanaan. Tengok saja tampilan mesin pencarinya, tidak menjadi berjubel dengan gambar atau pernak-pernik lain terkait iklan atau pengayaan konten. Memang ada tambahan fitur-fitur, tapi itu menjadi teks sebaris di bagian atas. It just simply a text around.

Google memang jadi menggurita, merambah ke beragam aplikasi web, yang sudah dikenal dan banyak dipakai diantaranya Google Map, Google Mail, dan Google Earth. Konsep yang ditawarkan punya nilai yang beda, sehingga punya posisi yang unik ditengah aplikasi web dari penyedia layanan lainnya. Terakhir, Google juga mulai merambah ke perangkat handphone. Namun tidak seperti Apple yang mengeluarkan gadget plus sistem operasi dengan Iphonenya, ia hanya mengeluarkan sistem operasi saja, dinamakan Android. Sepertinya Google ingin menancapkan sistem operasinya pada lebih banyak handphone sehingga tidak merasa perlu untuk membuat gadget sendiri.

Nah, balik ke judul di atas. Google saat ini juga mengeluarkan web browser, yang saat ini identik dengan Microsoft Internet Explorer, Mozilla Firefox, atau Apple Safari. Nama browser ala Google ini adalah Google Chrome. Konsep yang ditawarkan juga masih konsisten, kesederhanaan. Ini bisa terlihat dari tampilan yang boleh dibilang cukup minimalis sehingga memberikan ruang yang lebih luas untuk halaman web yang dibrowsing. Hal ini juga memberikan nuansa ringan saat memanggil aplikasi ataupun membuka halaman web, dibanding internet explorer yang biasa saya pakai, relatif lebih cepat. Mungkin karena internet explorer full loaded oleh plug in atau memang bawaannya. Teman lain pernah juga bercerita kalau Mozilla Firefox pun untuk versi terakhirnya agak terasa lebih lambat.

Tampilan Google Chrome saat pertama kali dibuka, akan menampilkan halaman home pilihan, sama seperti browser lainnya. Ruang berselancar lumayan luas, karena menu hanya mengambil dua baris saja di bagian atas, sementara di bagian bawah tidak ada status bar. Meskipun tidak ada status bar, informasi link alamat akan muncul di bagian kiri bawah saat kursor mouse kita menandai suatu link, dan status koneksi juga muncul setelah kita mengklik, selain animasi berputar di bagian tab atas. Dua baris menu yang disebutkan tadi tidak berisi menu sebagaimana layaknya suatu aplikasi. Baris pertama berisi tab-tab dari halaman yang kita buka, sedang baris kedua berisi kotak untuk mengetik alamat web yang akan kita selancar, plus icon back forward, refresh, favourite, dan setting. Yang unik saat kita membuka tab baru, akan muncul beberapa kotak yang berisi tampilan situs-situs yang paling sering kita kunjungi, lengkap dengan snapshot saat berkunjung terakhir. Selain itu juga ada menu pencarian, ini sepertinya jadi semacam trademark buat google. Menu pencarian ini khusus untuk search history halaman web yang pernah kita buka. O ya, yang lebih sip, kalau kita nulis alamat di bar, Google akan membantu dengan langsung menampilkan tebakan halaman web yang biasa kita akses dan bisa langsung enter kalau memang cocok. Beda sama Internet Explorer yang kudu gerakin kursor ke bawah buat milih dan belum mensortir sesuai tingkat akses sepertinya.

Mungkin bagi yang baru mencoba akan butuh waktu buat bisa adaptasi, setidaknya kalau terbiasa mencari menu-menu tertentu saat browsing. Tapi kalau untuk sekedar menulis alamat dan surfing biasa ga akan ngerasa beda, kecuali ama tampilan jendelanya saja. Ada si kelemahannya, maklum versi beta. Yang saya rasain, waktu bukan email Windows Live atau Outlook Web Access, sepertinya Chrome belum dikenal dan dianggap sebagai browser lawas jadi muncul peringatan atau ditampilin versi non advanced saat buka dua alamat tersebut. Hal lainnya, saat buka facebook, sebenarnya Chrome sangat-sangat asyik, karena lebih cepat, atau dua kali lebih cepat dari Internet Explorer. Cuma ada sedikit bug, ketika mo ngehapus suatu baris posting, ngga jalan. Selebihnya sih ok ok saja.

Simpulan akhir, sebagai browser baru yang berlabel versi beta, Google Chrome lumayan handal dan stabil, dan yang utama ringan plus cepat. Anda pasti akan terkesan sama kesederhanaannya, tapi kuat di isi. Jadi, mari ber-Google Chrome.

26
Oct
07

ngeNet di HaPe seNyaman di Compie bisa bGt Lho!

Perkembangan aplikasi java ternyata bener2 bikin hape jadi makin canggih, dari mulai aplikasi game sampe aplikasi ngeNet. Yang terakhir ini jadi penting, karena dengan onlineNya hape menambah fitur komunikasi hape yang emang udah jadi fitrahnya, jadi ga sekedar buat telp n sms tapi da bs buat ngeChat real time n ngeBrowse internet layaknya di komputer.

Hebatnya lagi kita ngga perlu hape yang sangat canggih n mahal2 bgt yg berbasis sistem operasi sebangsa symbian atawa windows mobile. Da jadi fitur standard di hampir semua hape bahkan hape termurah sekalipun udah terinstall aplikasi java. Dan kelebihannya lagi hampir semua hape murah sekarang da berwarna minimal 65k colour, so mendukung buat tampilan grafis aplikasi. Karena ga butuh OS canggih walhasil hape2 ini malah bs punya kecepatan lebih dalam akses menu.

Balik ke topik, kalo ngeNet di hape tu senyaman compie, ini beneran dan bukan provokasi. Malah bs lebih nyaman tanpa harus makan waktu n bs anytime anywhere. Buat semakin nyaman, makin tinggi kedalaman warna n makin tinggi resolusi layar, bakal makin ok makenya. Dua fitur penting yang bisa dilakuin: online chat n browsing internet.

Untuk chat waktu jamannya pake wap browser, da bisa si, cuma ngga bisa realtime online alias kudu diklik dulu link refresh n cuma single account n tampil single nick teman. Aplikasi javanya ada banyak alternatif, cari aja di getjar.com. Yg bagus pernah pake si mobichat n terakhir ini ebuddy. Dengan aplikasi chat ini kita bisa akses multiple account yg qt punya online sekaligus, spt account yahoo, gtalk, msn, dll, tergantung aplikasinya, plus multiple nick teman qt. Beneran refresh sendiri, pas teman ngepost balasan chat langsung masuk ke hape qt dgn alert vibrate n flash di tab nick teman qt itu.

Untuk browse internet dulu hape juga da bisa pake wap browser tapi relatif berbasis teks n gambar sederhana, ga bisa ke real halaman web yg berbasis html spt tertampil di compie. Sekarang dengan aplikasi opera mini, bisa akses ke halaman html plus javascriptnya, dan tampilannya disesuaikan dengan layar hape, so cukup scrowling ke atas bawah tanpa harus geser kiri kanan. Terus gambar yang ditampilin jg da diperkecil bytenya so bisa hemat biaya data. Versi paling update adalah versi 3. Saat ini lagi dikembangin versi 4 beta, bedanya tampilannya asli apa adanya spt terpampang di layar komputer, sebelumnya berupa thumbnail yg muat
sebesar layar hape, bila diklik akan membesar dan enak di baca, cuma kudu geser kiri kanan selain atas bawah. Tapi ga repot kok karena ada semacam mouse virtual lewat kontrol keypad. Kalo tetap ga suka bs di set ke tampilan ala versi 3. Aplikasi ini bs diunduh di mini.opera.com, lewat compie atawa wap browser. Yg penting lagi aksesnya cepat bgt, asal network operator kita lagi ga ngaco. Terbukti ampuh waktu akses pengumuman spmb, langsung keluar hasil dalam hitungan detik. Coba pake compie ala telkomNet, bisa2 mental terus. Murah lagi krn akses data cuma beberapa kbyte. Bisa cepat karena cara kerjanya virtual dengan perantara server opera. Jadi yg akses halaman itu bukan hape qt langsung tp server opera yg ambil buat di adjust size dan tampilan baru di lempar ke hape qt. Tips biar hemat, setting gambar baiknya di matiin, kl benar2 pengen liat baru diset on. FYI, i post this using my mini opera on nokia 6288. Kelemahannya belum bs attach gambar, hopefully in next version. O ya, jgn lupa aktivin fitur akses data gprs/edge atau 3g/3,5g plus setting data connection yg benar sesuai operator msg2, untuk bisa berselancar internet, n pulsa yg cukup tentunya. So, silahkan coba!

20
Aug
07

Once Upon A Time, The History of My Handset

Myhandsetseries My first handset was Siemens M35i. It was bought after my two years job, in 2001, at price IDR 1.600.000,00. Like this handphone, as it had strong design image, and did truly strong in its physical as it’s water, dust, and shock resistance. Now status, it was sold.

Next handset was Sony Ericsson T310. Bought right after i move to new job, in 2003, at price IDR 1.800.000,00. It’s so attractive, as it had the best screen a 256 CSTN colour and vga camera accessory, the advanced feature of that time in economic price. Now status, it was sold.

The next replacement was Nokia 6230. Bought in May 2004, at price IDR 4.200.000,00. It was the best of the best. 65K TFT colour, built in vga camera, complete connectivity with irDA and bluetooth, and a compact size. It is still used till now, and the best of it that i like is its keypad that’s so comfort to type and has a good T9 predictive text input, that won’t make my finger tired of typing. Now status, Still in my active collection, secondary number left at home, GSM ISAT Mentari.

Cosidered having complement number, i bought second handset, in October 2004, at price IDR 740.000,00. As a complement, it should tiny enough. The choice is come to Panasonic A101. It did best in fulfil the tiny criteria, as is the tiniest handset ever. Although it’s keypad and sound quality not so good, still it was good for a companion. Now status, hand it over to my fam.

As i need home phone number. A bought a cdma phone for my fixed wireless number. The choice came to Nokia 6585, in May 2005, at price IDR 1.550.000,00. It has good keypad, comfort for typing, but not so good screen, only 256 CSTN colour. But, it’s OK, as intended to be left in home only. Now status, Still in my active collection, home number, CDMA TELKOM Flexi.

Had not comfortable with the Panasonic A101, i bought Siemens C75, in November 2005, at price IDR 1.550.000,00. It has good screen, although it has 65K TFT colurs, it’s so bright so near to 262K TFT colour of other handset. It’s keypad so hard that made it not comfortable for typing, camera quality not so good to, blur VGA. But still Ok for a complement handset. Now status, hand it over to my fam.

Seeing advertising in television, became attractived to Nokia 6270, a sliding business and music phone. Bought in February 2006, at price IDR 4.200.000,00. It become prime handset, as consequences Nokia 6230 become complement. Nokia 6270 can be viewed as a successor of 6230, as its profiles as a business one. A good one as Nokia 6230, the big and comfortable keypad plus a big screen with 262K TFT colour. it had built in 2MP camera. As its bigger size, it’s a little bit heavy as a phone but still tolerable. One of its lack is the quality of the material, as the paint in navigating keypad became loss the colour after times. Now status, hand it over to my fam.

As the next generation of Nokia 6xxx series came. i bought Nokia 6288 (same design and as a small improvement for 6280), in March 2007, at price IDR 2.700.000,00. It had front camera, as a 3G phone. Everything is good, 2MP camera and bright 262K TFT colour, plus a smaller size than Nokia 6270. Great tools for recording, result sound clear enough. And can record video in vga quality. But, after two months of used, it came to trouble, can not create MMS and breaked video player. So it came for service for more than two months, with machine replacement. After serviced, it’s OK again. But the some problems came again in a month. Seems that there’s inherent defect in this product. Even so, except for the MMS and video player, all features does good, so still keeping this phone. Now status, Still in my active collection, primary number, GSM TSEL As.

When my Nokia 6288 in service, i bought Sony Ericsson M600i for replacement, in May 2007, IDR 2.525.000,00. Actually at that time i’d like to buy Nokia E61i, but the product so rare that always stock out. So i choose M600i. It’s actually a 3G phone, but doesn’t have front camera, even back camera doesn’t exist too. Well it make no problem, as it has power in connectivity. As it is symbian, it’s good enough to handle office and pdf files, A2DP stereo bluetooth, 262K TFT touch screen, and the best one a push email so i can open my office email while on duty. Now status, Still in my active collection, tertiary number left at home, GSM HCPT 3.




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.