Archive for the 'Travel' Category

01
Nov
08

Terjebak Halloween

Tiga hari lalu, pas lagi jalan-jalan ke Sainsbury, semacam Carefour-nya UK, ngga sengaja lewat rak “halloween tools”.  Wah, will there be halloween this coming time? Bukan apa-apa, sebelumnya tu section ga ada. Pas sampe kampus, mulai deh merhatiin flyers, walau ga banyak tempelan bout halloween. Aga simpang siur juga, kapan sebenarnya tanggal perayaan halloween, pa 30, 31 Oktober atau 1 November? Kalo liat wiki si emang bisa antara tanggal-tanggal itu. Tapi formalnya kalo liat gelagat orang sini, sepertinya tanggal 31.

Apa itu halloween, kayaknya sih ga perlu diceritain. A bit common words, bout spooky things atau serem-sereman, ala barat. Jadilah orang-orang menggunakan kostum-kostum unik menyeramkan, walau kadang malah jadi lucu. Yang favorit sih model pakaian ala nenek sihir dengan baju hitam, topi kuncup, dan sapu lidi (ce); plus drakula (co), ato zombie. O ya, tak ketinggalan juga teriak-teriakan spooky. Aksesoris lain yang jadi simbol, buah labu, yang dibolongin jadi bergambar wajah spooky.

Na karena pengen tau, gimana polah tingkahnya orang sini pas halloween, jadi pengen jalan keluar. Kalo di kampus sih, meskipun ada satu dua yang berkostum halloween, atau semacam pesta kecil, kurang asyik. Kebetulan ada temen ngajak buat ke pusat kota, specifically acara tour “Halloween Catwalk.” Dalam bayangan, wa seru nih bisa lihat, peragaan kostum halloween. Meski waktunya mepet, 30′ got to go ni malam tadi,  soalnya gi nunggu cucian n belum makan. Acara masaknya diganti jadi manasin makanan kemasan, n segera ambil cucian. Meski telat dan aga nyasar nyampe di castle, tempat acaranya, akhirnya masih tetep bisa ngikutin, karena rombongan baru 100 meter bergerak dari titik tour. O ya, ni castle, istana kunonya Lancaster, masih berdiri utuh, n sebagian bangunan akhirnya difungsikan sebagai penjara. Nah ternyata kita kecele, karena bayangan bakalan dibawa keliling masuk castle dan ada penampilan beragam orang dengan pakaian halloween, ternyata gak ada. Yang ada kita dibawa keliling-keliling kota, berhenti di bangunan tertentu, dan diceritain soal kejadian-kejadian atau cerita hantu terkait.  Catwalknya ternyata jalan-jalan kaki dewe! Yah meskipun kecewa, karena rombongannya banyak, dan ada di antara mereka ada yang berkostum halloween, masih agak terhibur. Ditambah lagi yang punya acara, bawa personil pendukung, yang di tengah-tengah penjelasannya tour guide, tiba-tiba nongol dan coba ngagetin dengam atribut halloweennya. Selain itu, waktu naik bus n sepanjang jalan di pusat kota, mesti ketemu sama mereka-mereka yang berkostum halloween. So, still a good night, meski ga so excited.

Terakhir, istilah “trick or treat?” juga identik ma halloween. Dikasih tahu ma temen waktu chatting beberapa hari lalu, jadi ngeh. Tu istilah diucapin ma anak kecil yang keliling-keliling rumah, ngetok pintu, n say “trick or treat?”. Maksudnya sih biar yang punya rumah mau “treat” ngasih permen atau cokelat. Dan tentu saja anak-anak itu sudah siap dengan keranjang atau kantung. Na kalo ga ngasih, ntar tu anak-anak bakalan bikin “trick” ke yang punya rumah. Tadi sih pas jalan ketemu ma anak-anak yang bawa keranjang isi coklat, cuma ga ngeliat pas lagi “trick or treat?”, pa lagi gimana “trick”-nya? Liat di film aja kali ya, mestinya sih ada; inget-inget sih pernah ngeliat.

Are you hallowen-ed, trick or treat?

18
Oct
08

Tour De Stadium: Old Trafford Can Sell

Minggu lalu, Sabtu (11/10) lalu tepatnya, :) saya berkesempatan mengunjungi stadion Old Trafford, stadion kebanggaan yang menjadi homebase bagi klub sepakbola Inggris ternama Manchester United. Sebelumnya saya juga tidak tahu kalau nama stadionnya Old Trafford, lebih kenal dengan nama besar Manchester United. Kunjungan ini sebenarnya tidak direncanakan sebelumnya, karena sewaktu pergi ke Manchester untuk registrasi kedatangan dengan KBRI, memang ingin jalan-jalan cuma belum tahu mau ke mana. Selepas registrasi memang ada acara dari PPI GM (Perhimpunan Pelajar Indonesia Great Manchester, kenapa bukan Mahasiswa ya judulnya?), tapi karena Lancaster tidak tercatat sebagai region GM, meskipun tidak apa-apa juga buat ikutan, ya tetap milih untuk jalan-jalan. Kebetulan kenal sama teman-teman baru dari Leeds Uni, dan mereka sudah punya rencana, ya ke Old Trafford itu. “Old Trafford, apaan tu?”. “Stadion, stadionnya MU”. “O, boleh ikut?”. Kalau bisa sih lebih suka ke pusat perbelanjaan atau mall-nya, mau berburu barang elektronik. Karena tidak ada barengannya, Old Trafford oke lah, yah kapan lagi main ke kandang MU. Tadi baru tahu, just got info, kalau di dekatnya tu ada mall tergedenya Manchester, namanya Trafford Center, next time mudah-mudahan. Dari tempat acara, Manchester University, ke stadion cukup dengan satu kali perjalanan bus. Harga tiketnya lebih mahal dari Lancaster. One way, bayar 2,6 pound, kalau di Lancaster 2 pound udah return. Sebenarnya kita minta tiket bayrider, tiket bebas pakai satu hari penuh, harga 3 sekian pound, cuma ada miskomunikasi sama driver dan dikasihnya tiket one way. Anehnya waktu naik lagi untuk perjalanan pulang, dengan bus yang sama juga, cuma 2,2 pound.

Dari sisi bangunan emang keren ni stadion, terbilang megah. Nah, tadinya sih mikir ibaratnya maen ke Senayan, cuma keliling-keliling luarnya aja. Ternyata ni stadion, tepatnya manajemen stadion, pandai menjual nama besar Manchester United. Jadi, mereka punya semacam museum di dalam stadion, yang memajang segala pernak pernik klub, dari kostum, piala, sampai guntingan berita perjalanan klub. Lumayan apik tertata, cuma pengunjung mungkin ga akan fokus sama tulisan-tulisan detail, karena lebih suka foto-foto dengan latar belakang beragam aksesoris per-MU-an itu. Nilai lebihnya lagi, Old Trafford menawarkan paket museum plus tour. Tour di sini artinya dibawa-bawa keliling-keliling stadion, dari ruangan dalam, luar, hingga lapangan. Nah untuk masuk ke museum plus tour, tidak gratis. Harga paketnya, untuk student sekitar 8 pound dan umum 12 pound. Kalo cuma museumnya aja, student 6,75 pound dan umum 8,5 pound. Karena kita-kita student, pake harga student donk. Meskipun cape dibawa keliling-keliling sampe satu jam an, peserta tour boleh dibilang puas, baca: puas foto-foto, dan dapet sekelumit info. Info? Yah, tour ini ada pemandunya. Na si pemandu menceritakan setiap bagian, apa fungsi dan apa cerita dibaliknya (bila ada). Yang berkesan mungkin, selain lapangan tentunya, adalah ruang ganti pemain. Lumayan ciamik lah, dan disitu ada papan strategi dan TV LCD, jadi kebayang gimana di tempat itu pemain istirahat, ganti kostum, merhatiin strategi yang mo diambil. Na, disekeliling ruangan tergantung kostum-kostum pemain. Yang jadi sasaran paling laris buat background foto, kostum Rooney dan Ronaldo. Nah pas mau masuk lapangan juga unik, peserta tour diminta membuat dua baris, disetel musik dan suara pengumuman stadion, seolah-olah menyambut pemain yang akan masuk ke lapangan. Kerasa deh atmosfer seolah jadi pemain, padahal turis.

Kalo dari sisi besar bangunan dan area, kayaknya sih masih besaran stadion utama Senayan. Cuma kalo dari sisi fasilitas dan bagaimana mengelola stadion yang bisa mendatangkan sumber pendapatan, patut dicontoh gaya MU ini. Cuma Senayan kan bukan monopoli klub tertentu ya? Tetep bisa dibuat sih kalau mau, sebagai hall of fame tim Indonesia, plus klub-klub di Indonesia. Selain atraksi museum dan tour, juga ada cafe dan megastore, jadi yang lapar dan mau belanja pernak-pernik MU boleh lah mampir. Tergolong ok lah harga aksesoris per-MU-an di megastore-nya, ada yang masih bisa dibilang murah, dan ada juga yang bisa dibilang mahal. Are you MU Fans, come on in..

16
Oct
07

TSI: A Wild Life Fun Adventure

Dscn3101 Pas H 3 lebaran ini akhirnya pergi juga ke taman safari indonesia cisarua bogor. Perjalanan berangkat dari depok ke TSI lumayan melelahkan karena waktu tempuh yg normalnya kurang dari 1,5 jam mesti ditempuh hampir 3 jam. Ini karena arus lalu lintas di puncak yg padat plus diberlakukannya sistem buka tutup. Harga tiket masuk lumayan mahal rp 50 ribu per orang plus tiket kendaraan rp 15 ribu. Untuk pengunjung yg tidak membawa kendaraan, bisa menggunakan bis yg disediakan. Dalam literatur TSI merupakan salah satu kebun binatang terbaik di dunia, dengan kelebihan pada konsep alam terbuka atau tepatnya kandang alam yg sangat luas, yg memungkinkan pengunjung dengan mengendarai kendaraannya dapat melihat aktivitas hewan di alam terbuka dan berinteraksi langsung dengan hewan yg datang mendekat, meskipun tidak diperkenankan turun dari kendaraan. Jalur yg dilewati terdiri dari beberapa zona dengan kelompok hewannya masing2. Khusus di zona macan dan singa, seluruh kaca mobil wajib ditutup, konsekuensinya tidak dapat memoto lokasi dengan baik karena terhalang kaca. Yang kurang mengenakkan adalah beberapa trek tanjakan yg cukup melelahkan untuk mengatur handrem saat antrian yg saat itu pengunjung sedang banyak2nya. O ya, gerbang masuk pun juga demikian, jalur menanjak. Selain kebon binatang, di TSI juga ada wahana permainan, ragamnya tidak kalah dengan dunia fantasi ancol jakarta, malah lebih alami karena menyatu dengan alam di tengah rerimbunan pepohonan. Ada juga panggung terbuka, yg menjadi tempat atraksi hewan2 terlatih TSI. For last, it really enjoyable travel in TSI, a truly wild life fun adventure!

11
Oct
07

Mudik Pantura, Almost Like Toll Road All The Way!

This 2007 mudik was quite fun. Driving by self for long travel around 800 km the 1st time quite challenging. Fortunately, not all the way drove the car, as i went with my brother to drive in replace by half of the way. If people went mudik from Jakarta to outside region “mudik kampung”, i did the opposite way from outside region to Jakarta “mudik kota”, with Kediri City, East Java as the start point. So needed not to worry to get stucked in “macet” traffic jam. Since i went in H-3, the traffic was ok, not got jammed. In Sragen, i took alternative way via Gemolong, out in Salatiga. The road quality in this alternative way quite good, no hole at all, although its not so wide compare to the main way. It did save time, better than took main way routed via Solo. The way from Semarang to Cikampek like toll road as it has four lines, two lines each, can go in more 80 km/hour. It just got slow down when bypassed the city way. The opposite way was quite flowed too, although more vehicles there. I just got little jammed in Cirebon, as my lines narrowed from two to one, as the line taken by the opposite traffic. Last jammed in Cikampek, as its outgate toll road dedicated for vehicles from Jakarta, they did begin to be jammed. As it’s closed, i entered Cikampek-Jakarta toll road via Bukit Indah City, Kalihurip gate. Well, this mudik 2007 did quite fun, hopefully the government should build real toll road across pantura, so it will be more flowed, or at least build ring road to avoid city road in the way. :)

09
Apr
07

Feel The Freshness of Morning Walk @ UI

Uiwalk001 Setiap minggu pagi, ada satu ritual yang baik untuk dilakukan, olahraga pagi atau tepatnya lari pagi. Hampir di semua kota, punya kebiasaan ini, dan ada tempat yang menjadi titik keramaian. Di Depok, orang-orang biasa kumpul di area kampus UI atau di Jln. (Baru) Juanda — perumahan Pesona Khayangan. Sebelumnya sih masih nyaman buat lari pagi di perumahan Pesona Khayangan, cuman sekarang track sudah terbatas, sebagian jalan sudah ditutup untuk umum, karena sebagian cluster/kapling rumah sudah berpenghuni; dan menjadi overcrowded karena lebih mengarah menjadi pasar kaget di Jln. (Baru) Juanda. So, back to basic, lebih asyik lari pagi di kampus UI, lebih steril dari lalu lintas kendaraan, track panjang, dan udara segar dari hutan kota. Mau?Uiwalk002

02
Nov
06

What’s so interesting bout mudik?

Dscn2238rsz Knp si banyak org rela berngantri2 dan bermacet2 ria plus ngeluarin extra cost buat mudik? Before ngerasain sndiri that kind of ritual, i thought it’s a wasteful thing, as in lebaran people supposed to bermaaf-maafan with people around where he/she lived, bukanny malah go ke kampung halaman.

Tp stelah ngerasain far from hometown, mudik does means a lot, it’s the best time for the family to be reunified, ajang kangenan. Knp the best time, as in lebaran almost every1 has a chance to have long vacation & the atmosphere that lebaran brings. Soal maaf2an ma tetangga, bs dilakuin sbelum "better" or sesudah mudik, and it is maklumable. And extra cost "not excessive" is normal as the consequences of high demand.

Biar nyaman, kudu persiapan jauh2 hari, beli tiket – servis vehicle – dll. Plus tugasny negara buat ngelancarin all the transportation way, incl. repair/extend the road/highway far b4 lebaran, not near it!

:-)

09
Oct
06

House of Sampoerna

Image003 Last friday i went to house of sampoerna, to have "buka bersama" with some friends in surabaya. Besides a cafe, there’s special building intended to be a "small" museum that tells the history of sampoerna, one of the well-known cigarette maker in indonesia. Inside there’re some pictures, cigarettes, tobacco sample, tobacco machine, printing machine, old matches boxes, and other things related to its production and marketing. As a guide there’s a touch screen monitor that will inform you any information related. In the second floor, there’s a small shop, sells some merchandises such as t-shirt and pin. Image017 From there, we can also see how the cigarette was made, a traditional one, as there’s a small factory under the window, complete with the production facility and the workers. Unfortunately, i came there at night so  i didn’t see it, as the factory only opens in the morning and noon.

17
Jul
06

Let’s Dream Bout Our Ideal MRT

After reading the writing of one of our fs-ers bout the Jakarta express railway train, i began to think bout how our ideal Mass Rapid Transportation (MRT) should be? May it already exist around us, or in our neighbour country perhaps; and should it be in the form of bus, railway/train, or "flying machine"; taking place under ground, on the ground, over the ground, or "in the sky".

IMO it should meet these dimensions:
1. Should be able to carry so many people as possible, but not "crowded".
2. Should be comfort.

3. Should be secure.
4. Should be timely.
5. Should be pricely affordable.

in addition 6. Make every person who drive his/her car be willingly to convert his/her transportation to MRT.

For this discussion, we’re talking about transportation that carry people to work daily, so we won’t talk about airplane as an MRT, as it is not a daily work mode of transportation.

Currently, the most famous MRT in Jakarta is KRL/railway train — the economic train. It is far from ideal, as it is ultra crowded in busy hours. I use the word "ultra" instead of "extra" just to figure how crowded it is. If you have a chance to ride it in busy hours, you may have your body, arms, and legs not positioned as they should be, as you cannot stand perfectly, not even comfortly. Feel of secure would be loss too, so you should be extra careful. The only advantage of it, only is affordable price. Let wish, that the train become more humanly in the future.

Another type of KRL is the express train. It much more comfortable than the economic one, but the price is a premium one, and only some people can afford it.

If we ever visited S’pore, we may like its subway, in coincidence it named MRT or something sounds like that. From the ticketing, get on/off train in secure/convenience way (there is a mirror that separate the railway and passenger area so relatively safe for passenger not to fall into the railway), warning when the door going to be closed, and the information bout destination and stopping station.

In Jakarta, the system would be quite like the Bus Way, the difference is it is on the ground and using bus instead of under ground and using train. Regarding its track may disrupt other road users, busway may be consider as an ideal transportation that we have today. It’s line should be rearranged, so it won’t disrupt so much, especially in the cross road/stop lights.

So what we have now, and how should it be? Let’s dream and have it "now" or in the future..

:-)




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.