Archive for the 'Know How' Category

10
Sep
10

Berbagi Koneksi Wifi Tethering Via Hape Nokia

Bingung koneksi internet saat berpergian atau di tempat umum? Cuma bisa internetan via hape yang kenyamanan tampilannya terbatasi oleh kecilnya layar. Tanpa disadari, sebenarnya kita bisa memanfaatkan hape kita menjadi wifi hotspot, sehingga bisa berbagi koneksi internet ke perangkat lain semisal notebook, netbook, ipod, ipad, psp, atau perangkat berbasis wifi lainnya. Kemampuan hape untuk berbagi koneksi internet via wifi ini dikenal sebagai wifi tethering. Sebenarnya penggunaan hape untuk internet sudah lazim, melalui penggunaan kabel data. Ini merupakan tethering bentuk lain, bisa disebut sebagai usb tethering. Tapi koneksi via kabel usb boleh dibilang tidak terlalu praktis, apalagi kalau yang mau kita koneksikan itu ipad. Bukan apa-apa, karena di ipad tidak ada port usb seperti layaknya notebook, selain masalah kompatibilitas driver.

Awal ceritanya, saya butuh wifi transmitter/router buat ipad yang baru dibeli. Tadinya kepikiran ngincer portable 3g modem buatan huawei merek mifi yang lumayan mungil dan stylish, harganya sekitar Rp 1 juta. Waktu mau beli, ngeliat ada hape android huawei aviator yang kebetulan punya fitur wifi tethering, n harganya relatif murah untuk kelas android, Rp 2 juta. Akhirnya saya pilih buat beli aviator dan setelah dicoba memang bisa jadi wifi hotspot. Nah, tadinya kepikiran bahwa tethering itu cuma bisa di hape semacam android yang memang hardwarenya sudah disiapkan buat bisa wifi tethering. Itu pun dibilang hanya berlaku buat android versi 2.2 (froyo) yang baru akan beredar. Aviator ini sebenarnya pakee android 2.1 (eclair), tapi sudah didesain buat bisa wifi tethering. Android lain yang bisa wifi tethering yaitu Samsung Galaxy S, yang harganya Rp6,5 juta. Untuk iphone4, kabarnya juga bisa wifi tethering, cuma belum dibuka fasilitasnya oleh Apple.

Nah, waktu surfing2 internet ternyata cukup pake hape nokia kita udah bisa wifi tethering. Itu artinya kita ga perlu beli wifi transmitter/router atau hape android. Andai tahu lebih awal! Syaratnya nokia kita menggunakan symbian. Untuk hape lain semisal sony ericsson atau samsung yang bersymbian mungkin bisa dicoba juga. Cukup dengan menginstal aplikasi joikuspot yang bisa diunduh di ovistore maka hape kita sudah bisa didayagunakan menjadi wifi hotspot. Saya menjalankan aplikasi tersebut di E72 dan mengoneksikannya untuk ipod, hasilnya relatif memuaskan, cepat dan handal. Waktu mencoba pake huawei aviator, aga-aga kurang handal karena aviatornya harus selalu on layarnya alias ga boleh standby. Sedangkan di E72, meski layarnya standby tidak masalah. Dicoba koneksi untuk netbook wind pun juga ok. Untuk yang gratisan, versi joikuspotnya tidak ada settingan security. Supaya protected, perlu beli versi premium. Berminat mencoba, pastikan koneksi 3G-nya lagi kenceng biar wifi tetheringnya kenceng abies.

happy ied everyone.

27
Oct
08

The Time Disorientation: What Daylight Saving Time is

Bingung, itu yang terjadi waktu mendarat di bandara Manchester. Saat membandingkan jam di hape dengan jam digital bandara. Kok beda 6 jam ya? mestinya kan 7 jam, WIB di GMT+07.00, UK di GMT+00.00. Pas nyetel ulang waktu di hape, rubah pilihan jadi London/Greenwich GMT+00.00, ada checklist daylight saving time. Ga tau apa maksudnya, ya dicontreng saja. Ajaib, waktu yang keluar sama dengan yang di bandara. Mungkin memang ada maju mundur yang disesuaikan otomatis, kalau lihat asal katanya mungkin nyesuain sama waktu siangnya tempat atau hal lain yang terkait.

Dan kemarin, tanggal 25 sore, dapet email dari teman, “jangan lupa besok jamnya dilambatkan, summer time da berakhir.” Summer time? apa lagi tu. Apa terkait sama daylight saving time. Selancar ke google atau wikipedia tepatnya, dapatlah penjelasan bahwa summer time (istilah UK) = daylight saving time. Tujuannya untuk menyesuaikan dengan awal terangnya pagi atau mulai gelapnya petang hari. Tidak semua negara menerapkan summer time, dan penerapannya pun bisa berbeda. Untuk UK, summer time dimulai hari minggu terakhir di bulan Maret, dan semua jam dicepetin +01.00. Dan berakhir hari minggu terakhir di bulan Oktober, dan semua jam kembali ke normal, alias dilambatin -01.00. Jadi pas summer time, beda waktu dengan WIB 6 jam, pas normal sesuai GMT jadi 7 jam.

Untuk peralatan digital yang ada setting summer time, semacam komputer atau hape, otomatis menyesuaikan dengan sendirinya. Tapi jam dinding, kudu diputer manual. Biar ga bingung setel aja TV, karena siaran di UK digital, kita bisa lihat jam terkini di layar.

Soal disorientasi waktu, mungkin karena deket ke akhir masa summer time, terasa aneh ketika bangun pagi jam 6-7 masi gelap, dan jam 6-7 petang masi agak terang. Sekarang sih dah OK, pas terangnya pas gelapnya.

21
Oct
08

Tips Hemat Telepon dan SMS Buat Yang Lagi di Luar Negeri

Rindu pada kampung halaman merupakan hal yang lumrah buat setiap orang yang pergi ke luar daerahnya. Lebih-lebih buat yang perginya ke luar negeri dalam waktu yang lama. Pulang kampung bisa menjadi solusi, tapi buat yang tinggal di daratan Eropa atau Amerika, akan pikir-pikir dua kali bila mengingat ongkos pesawat yang mahal, sementara keuangan terbatas. Alhasil, ditempuh cara-cara alternatif untuk mengobati kerinduan itu, dari buka-buka album foto, kirim surat pos, telepon/sms, atau chat/video chat. Dua yang disebut terakhir boleh dibilang solusi murah dan hemat dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Untuk yang terakhir, chat/video chat, boleh dibilang gratis atau solusi termurah, cuma dua pihak harus sama-sama di komputer. Mengingat zona waktu yang berbeda, kadang hal ini menjadi kurang fleksibel, atau saat salah satu sedang tidak di depan komputer, maka komunikasi web to web menjadi tidak mungkin untuk dilakukan. Untuk pembahasan kali ini, saya tidak akan mengangkat bagaimana komunikasi web to web, tapi bagaimana bertelepon dan sms murah.

Kalau mencermati biaya telepon dan sms di Indonesia, mungkin kita akan menjadi terkaget-kaget bila melihat biaya telepon dan sms di Luar Negeri. Saya mungkin terlalu men-generalisasi, anggap saja ini kasus UK, tempat di mana saya tinggal sekarang. Untuk komunikasi selular lokal, memang tarif tiap operator bervariasi dan cenderung bersistem paket baik untuk prabayar maupun pascabayar, dengan ekstra menit atau ekstra sms tertentu tergantung jumlah topup (istilah untuk isi pulsa/voucher) yang dilakukan, secara rata-rata/flat sms ₤0,10 (=Rp 1.700) dan telpon ₤0,20/menit (=Rp 2.400). Nah bandingkan dengan tarif komunikasi selular lokal di Indonesia, yang lagi ramai-ramainya perang tarif, misal untuk kartu As tarif flat sms Rp 99 dan telepon Rp 20/detik, belum lagi kalo didiskon ke sesama operator atau gratis-gratisan lainnya. Kalau dibilang tarif komunikasi selular Indonesia itu mahal, ya perlu dikaji lagi mau sampai seberapa murah hingga tidak perlu mengorbankan kualitas jaringan. Sedangkan untuk biaya panggilan dan telepon ke luar negeri dalam hal ini dari UK ke Indonesia, untuk komparasi saya tampilkan dua operator UK yaitu O2 dengan program Your Country dan Orange dengan program Camel; keduanya merupakan kartu prabayar atau istilah sininya pay as you go. Untuk O2, dengan minimal topup ₤10, kita bisa dapet 50 menit free talk ke Indonesia, untuk kelebihannya dikenakan tarif ₤0,20/menit ke telepon rumah, ₤0,50/menit ke telepon selular, dan ₤0,10 sms. Untuk Orange, tidak ada ekstra menit, cuma tarif flat ₤0,12/menit ke telepon rumah, ₤0,18/menit ke telepon selular, dan ₤0,15 sms. Dengan alasan kompatibilitas dengan operator selular Indonesia (sms O2 ke 3 tidak delivered) dan kualitas sinyal, serta tarif yang masih OK, saya pakai Orange.  

Alternatif murah lainnya dari Indonesia yang menghubungi ke UK. Untuk sms, trik paling gampang adalah mengaktifkan nomor Indonesia untuk roaming di UK. Jadi keluarga di Indonesia cukup sms ke nomor Indonesia yang kita bawa buat roaming di UK. Tarif yang dikenakan tentu saja tarif lokal sms di Indonesia, sedang kita yang nerima gratis. Membalasnya tentu saja dengan nomor UK ke Indonesia, dan masing-masing pihak mesti tahu ke nomor mana membalasnya, karena kalau salah biaya yang keluar jadi beda. Kalau telepon, jangan pake nomor roaming, karena kita yang terima kena tarif roaming yang luar biasa mahal. Solusi buat telepon, menghubungi tetap ke nomor UK, keluarga di Indonesia bisa pake nomor panggilan VOIP yang tiap operator punya ekstensi yang berbeda. Misal: Telkom/Telkomsel dengan awalan 01017, Indosat dengan awalan 01016, dan 3 dengan awalan 01089. Untuk skema tarif perlu dicek ke operator masing-masing, yang jelas lebih murah dari SLI 001/007. Untuk 3 dengan 01089-nya, telpon ke nomor rumah di UK Rp 299/menit dan nomor selular Rp 2.000/menit. Atau Indosat dengan 01016-nya, Rp 100/6 detik. Tarif terkini perlu dicek ulang, cuma operator kadang tidak transparan menyajikan tabel tarif VOIP, kecuali ketika promo.

Yang disebut tadi adalah solusi murah berbasis mobile to mobile, artinya baik kita di UK maupun keluarga di Indonesia sama-sama pake hape untuk komunikasi. Dengan tarif khusus yang ada itu sudah solusi yang lumayan murah dan boleh dibilang flexibel karena sama-sama berbasis hape yang selalu dibawa, kecuali masalah zona waktu yang mesti lihat-lihat jam. Solusi lanjutan yang lebih murah atau super murah adalah berbasis parsial mobile atau parsial web. Nah, untuk moda ini kita yang di UK menggunakan internet, sedang yang di Indonesia tetap dengan telepon rumah atau hapenya. Banyak penyedia layanan sms dan telepon di Internet yang menawarkan harga super murah, dari yang punya nama seperti Skype, Yahoo! Voice, atau yang baru saya dengar Voicebuster dan Fishtext. Kenapa murah? Itu karena mereka menggunakan basis VOIP. Karena VOIP, kualitas suara boleh jadi tidak sebening yang kita harapkan, kadang-kadang cenderung tidak jelas malah. Tapi secara umum masih tolerable, hanya perlu membesarkan volume, :) . Kelemahan lainnya, nomor yang tampil adalah nomor sembarang, jadi ga bisa ngeluarin nomor asli kita. Setelah membandingkan mana yang paling murah, untuk telepon saya pilih Yahoo! Voice via Yahoo Messenger!, untuk panggilan ke Indonesia, nomor rumah DKI (021) $0,039/menit, nomor rumah luar DKI Rp $0,09/menit, dan nomor selular $0,152/menit. Sedang untuk sms, agak kritikal karena terkait isu kompatibilitas suksesnya pengiriman. Ada beberapa yang disebut gratis, tapi tidak terjamin sampai atau memang tidak sampai. Setelah membandingkan dan mencoba, yang termurah dan OK, saya menggunakan Fishtext (via fishtext.com), cuma ₤0,0133 ke semua selular Indonesia, kecuali Mobile-8 kena ₤0,02. Untuk kompatibilitas OK, dan kita bisa menjajal terlebih dahulu sebelum membeli topup dengan ekstra kredit ₤0,3. Dan nomor yang tampil di hape lawan adalah nomor asli kita yang diregister. Jadi keluarga di Indonesia bisa tahu sms dari siapa. Kita bisa meregister nomor UK atau nomor Indonesia. Untuk kepraktisan lebih baik nomor Indonesia yang kita bawa roaming, jadi keluarga di Indonesia bisa langsung mereply tanpa mencari nomor di phonebook.

Ada tips satu lagi untuk sms buat kita yang di UK, terutama yang membawa nomor roaming Indonesia. Seperti lazimnya, operator di Indonesia menyediakan akses web sms, artinya dengan mengaktifkan akun kita di Internet kita bisa mendapatkan fasilitas gratis kirim sms antara 10 s.d. 20 sms tergantung operator. Lumayan, meskipun nomor yang dituju hanya sesama operator.

Ya itu saja yang bisa saya sampaikan, mungkin ada yang menemukan trik lebih murah dan handal, mari berbagi! 

19
Sep
08

The Flazz Card, Good Solution For Smart Retail Payment

Sore ini pas lagi jalan-jalan di Margo, kebetulan pas mau narik uang di ATM center, ngelewatin booth ATM BCA. Beda dari biasanya, ada counter lengkap sama SPG nya, gi promo Flazz BCA. Sebenarnya mampirnya ke ATM BNI, tapi karena lihat tu promo, jadi tertarik untuk lihat.

 

Pandangan pertama sebelum tau informasi, kirain buat punya tu Flazz kudu punya rekening dan merupakan bentuk lain kartu ATM yang khusus dipakai untuk belanja. Yang kedua sih iya. Sempet bingung juga gimana cara kerjanya tu kartu. Yah, malu bertanya sesat di jalan. Setelah nanya ma mba-mba itu baru deh jelas. Tapi dia promo hadiah duluan sebelum jelasin apa dan bagaimana flazz itu. Ini Pak (kok Pak ya, ha), bisa dipakai buat belanja. Starter packnya cuma Rp 25.000, lebih murah dari di kantor BCA yang Rp 50.000. Kalo ambil satu, dapet mouse pad. Mending dua aja, dapet mug. Isinya berarti Rp 25.000 ya mba? O, ngga Pak, masih Rp 0. Nanti di top up dulu (istilah untuk isi duit), minimal Rp 100.000. O, gitu. Terus cara pakenya gimana mba? Ga dikeluarin dari dompet juga bisa kok Pak, deketin aja ke alatnya. Na keluar kan saldonya berapa. Ini masih Rp 0, soalnya belum di top up. Lha kalo buat belanja gimana tu mba? Gampang pak, nanti jumlah belanja di entry di mesin, bisa dari Rp 1 atau berapa pun, ga mesti genap jumlahnya. Nanti pas di minta deketin kartu ke alat, tinggal deketin aja, tahan sebentar. Nanti akan tertampil jumlah belanja dan sisa saldo. O, gitu ya mba. Ada nomor cantik ga mba? Bentar mas dicariin (eh jadi mas). Ini belakangnya tripel enam gimana? Ok deh. Boleh minta kartu paspornya mas? Lho buat apa? Ini buat transaksi pembeliannya. O, gitu ok deh. Rp 25.000 ya mas, pinnya? Ok. Top upnya boleh Rp 50.000 mba? Wah, mesti Rp 100.000 minimal. Ok deh, gpp. O ya, nanti kalau mau isi lagi gmn? Bisa pake mesin merchant atau ATM non tunai mas. Bisa lewat internet banking? O ga bisa mas. Ni hadiahnya, ga boleh mug? Harus dua mas baru boleh dapet mug? Boleh donk mba? Dua mas. Iya deh dua. Ni yang satu buat ade saya, yang tripel empat. Di top up Rp 200.000 deh. Ade saya senyum-senyum di kasih tu kartu, he.

 

Na jadi gini ni kesimpulannya. Selayaknya pengganti uang tunai. Ni kartu kaga terkait ama rekening dan tidak harus punya rekening. Cuma buat top up mesti pake kartu paspor, alias minta diisiin ma yang punya rekening. Bedanya ma kartu ATM, kalo kartu ATM melekat ke orang tertentu, alias atas nama, dan terprotek oleh pin, serta bisa diblokir. Ni flazz, bisa dipakai siapa aja, bisa pindah tangan, jadi atas unjuk. Tanpa pin dan tidak bisa blokir. Jadi kayak uang tunai, kalau ilang ya ilang aja. So, ngisi top up sesuai keperluan aja, maksimal Rp 1 juta sih ketentuannya. Metode refill aga repot. Ya kalo masi satu kepemilikan si gampang, pake kartu paspor bisa isi flazznya sendiri, itu pun mesti ke mesin non tunai. Na kalo flazz dipegang orang lain semisal ade saya yang ga punya rekening, saya ga bisa ngisi jarak jauh. Mesti saya bawa tu flazz buat saya isiin. Kalo liat teknologi kartu, informasi sepertinya tersimpan di chip, jadi ngga terkait ma penyimpanan data di jaringan, kecuali nomor kartu kali ya. Kenapa begitu? Karena ngisinya hanya bisa di mesin merchant dan di atm non tunai di mana tu flazz kudu di insert ke mesin saat top up. Ni titik kelemahan sih sebenarnya. Kalo ada yang iseng bisa crack isi kartu, jebol donk BCA. Tapi mestinya ada teknologi pengaman, beberapa yang bisa saya duga, tapi tidak akan saya tulis di sini. Yang jelas ni kartu praktis banget buat alat pembayaran, tinggal dideketin bentar udah OK transaksinya. Jauh lebih hemat waktu ketimbang kartu ATM yang mesti input pin atau kartu kredit yang kudu tanda tangan, belum lagi di tambah waktu koneksi buat query saldo ke jaringan. Buat bayar tol, pom bensin pas banget deh, apalagi buat bayar lainnya, utamanya retail gitu deh, transaksi pembayaran nominal kecil. Yang perlu jadi perhatian, ni kan ga cuma monopoli BCA, nanti kl bank lain bikin, repotnya kl merchant mesti jejerin banyak mesin. Mesti ada solusi kompatibilitas. Cuma agak sulit ya, terkait ekslusivitas pengamanan masing-masing penerbit. Ayo, berflazz ria. (ini bukan iklan promosi BCA dan penulis hanyalah nasabah yang menggunakan fasilitas, he).

 

Btw, pas nanya tu mba. Bisa dipakai di luar mba? Di luar gimana mas? Di luar negeri. Waduh ngga bisa mas, ini juga baru di DKI dan beberapa kota tertentu. Yah ga bisa di bawa donk. Trus ni kartu yang atu buat siapa ya? Saldo masih Rp 60.000an, lumayan kan. Yah baru di tes buat jajan di es teler 77 n J’Co. Ada yang mau,  nomor cantik lho, ha.

17
Apr
07

Nissan Grand Livina, an Innova Killer!

Grandlivina Baru-baru ini ramai menjadi bahan pembicaraan dan juga ulasan di media cetak dan televisi kehadiran spesies kendaraan baru keluaran Nissan yaitu Grand Livina. Mengusung dua pilihan mesin yaitu 1500cc dan 1800cc, kehadiran Grand Livina memang fenomenal, dari sisi desain terutama interior, harga, dan konsumsi BBM. Dua yang disebut terakhir memang menjadi pertimbangan utama konsumen saat ini, terlebih pasca kenaikan harga BBM. Jenis mobil keluarga berpenumpang 7 orang memang merupakan pasar yang relatif besar di Indonesia, dan jenis-jenis kendaraan ini biasanya akan laku keras di pasaran, bila didukung dengan fitur dan harga yang bersesuaian, contohnya: Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Untuk kelas di atas Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia, a.l. ada Honda Stream dan Toyota Kijang Innova. Namun penjualaannya tidak sehebat Avanza dan Xenia. Stream relatif lebih irit BBM ketimbang Innova, namun harga relatif tinggi, sedangkan Innova banyak orang cenderung menjadi enggan karena konsumsi BBM relatif lebih boros dari generasi Kijang sebelumnya. Well, kehadiran Grand Livina seakan mendobrak kebekuan di segmen ini, atau tepatnya memberi pilihan segmen antara, karena kelas cc yang berbeda. Pilihan mesin 1500cc dapat memukul segmen Avanza 1500cc, sedangkan mesin 1800cc dapat menumbangkan segmen Innova. Terlepas dari keunggulan Grand Livina pada tiga faktor utama, karakter konsumen Indonesia yang fanatik merek boleh jadi tidak membuat angka penjualan Grand Livina menjadi fantastis, namun bila konsumen dapat diyakinkan akan keunggulannya dan dapat diberikan kepuasan jaringan servis yang memadai, kenapa tidak pilih Grand Livina? Let c 3 years form now, better buy the second generation maybe, just like when the second generation of Avanza and Xenia arrive in VVT-i with siginificant improvement.

15
Apr
07

Tarif Bicara Selular Super Murah, Mau?

3networkKalau kita memperhatikan iklan di media cetak dan televisi, akan adanya produk dengan lambang 3 (baca: Tri), itu adalah layanan selular baru yang diusung operator baru Hutchison CP, dikenal dengan kode network IND-HTCP. Kehadiran selular 3 yang berbasis GSM (2G) dan UMTS/WCDMA (3G) ini memberikan alternatif terhadap layanan yang telah diberikan oleh TSEL, ISAT, dan XL. Untuk sementara layanan selular 3 baru dapat dinikmati di pulau Jawa, ke depan sesuai lisensi yang dimilikinya akan merambah ke seluruh Indonesia. Layanan selular 3 boleh dibilang merupakan brand impor karena dikenal sebagai layanan selular yang populer di beberapa negara lain. Keunggulan yang diusung adalah tarif layanan yang boleh dibilang super murah ke sesamanya atau relatif lebih murah ke operator lain, yaitu Rp 150/menit ke sesama selular 3, Rp 1.000/menit ke operator lain (lokal), dan Rp 2.000/menit ke operator lain (SLJJ). Bila dikaitkan dengan masa promosi yang memberikan nilai pulsa 3x dari nilai voucher yang dibeli, maka tarif tersebut boleh dibilang akan terpangkas 1/3nya menjadi masing-masing Rp 50, Rp 334, dan Rp 667. Sayang pembulatannya bukan per 30 detik sebagaimana lazimnya tapi per 60 detik, dan tarif tersebut belum termasuk PPN. Untuk tarif SMS, tidak spesial, Rp 350 per SMS. Stabilitas jaringan lumayan OK, dan kualitas suara saat melakukan panggilan juga lumayan jernih. Fitur menu cek pulsa juga lumayan informatif, menampilkan sisa pulsa dan nilai penggunaan pulsa terakhir, plus menu transfer pulsa. Untuk akses GPRS telah tersedia, namun saat coba diakses masih belum bisa terpakai, mungkin sementara ini hanya diperuntukkan untuk pembawa layanan MMS saja. Dengan keunggulan tarif bicaranya, pake selular 3, Mau?

21
Mar
07

e-Banking: Bertransaksi Pintar dengan Bank Pintar

"Wah repot nih, mau transfer mesti datang ke bank, tapi ngantrinya minta ampun,” itulah mungkin komentar sebagian kita saat akan bertransaksi dengan bank. Namun, pada era yang semakin canggih, haruskah keadaan tersebut kita jalani? Ternyata perkembangan teknologi semakin memberi kemudahan bagi kita untuk melakukan berbagai hal, termasuk dalam transaksi perbankan. Salah satu wujudnya, yang sedang trend dan marak berkembang belakangan ini, adalah e-banking.

Apa itu e-banking? E-banking didefinisikan sebagai penghantaran otomatis jasa dan produk bank secara langsung kepada nasabah melalui elektronik, saluran komunikasi interaktif. E-Banking meliputi sistem yang memungkinkan nasabah bank, baik individu ataupun bisnis, untuk mengakses rekening, melakukan transaksi bisnis, atau mendapatkan informasi produk dan jasa bank melalui jaringan pribadi atau publik, termasuk internet. Nasabah dapat mengakses e-banking melalui piranti pintar elektronis seperti komputer/PC, PDA, ATM, atau telepon.

Marilah kita telaah satu persatu saluran dari e-Banking yang telah diterapkan bank-bank di Indonesia sebagai berikut:

1. ATM, Automated Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri, ini adalah saluran e-Banking paling populer yang kita kenal. Setiap kita pasti mempunyai kartu ATM dan menggunakan fasilitas ATM. Fitur tradisional ATM adalah untuk mengetahui informasi saldo dan melakukan penarikan tunai. Dalam perkembangannya, fitur semakin bertambah yang memungkinkan untuk melakukan pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan yang terkini transfer ke bank lain (dalam satu switching jaringan ATM). Selain bertransaksi melalui mesin ATM, kartu ATM dapat pula digunakan untuk berbelanja di tempat perbelanjaan, berfungsi sebagai kartu debit. Bila kita mengenal ATM sebagai mesin untuk mengambil uang, belakangan muncul pula ATM yang dapat menerima setoran uang, yang dikenal pula sebagai Cash Deposit Machine/CDM. Layaklah bila ATM disebut sebagai mesin sejuta umat dan segala bisa, karena ragam fitur dan kemudahan penggunaannya.

2. Phone Banking, ini adalah saluran yang memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi dengan bank via telepon. Pada awalnya lazim diakses melalui telepon rumah, namun seiring dengan makin populernya telepon genggam/HP, maka tersedia pula nomor akses khusus via HP bertarif panggilan flat dari manapun nasabah berada. Pada awalnya, layanan Phone Banking hanya bersifat informasi yaitu untuk informasi jasa/produk bank dan informasi saldo rekening serta dilayani oleh Customer Service Operator/CSO. Namun profilnya kemudian berkembang  untuk transaksi pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan transfer ke bank lain; serta dilayani oleh Interactive Voice Response (IVR). Fasilitas ini boleh dibilang lebih praktis ketimbang ATM untuk transaksi non tunai, karena cukup menggunakan telepon/HP di manapun kita berada, kita bisa melakukan berbagai transaksi, termasuk transfer ke bank lain.

3. Internet Banking, ini termasuk saluran teranyar e-Banking yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi via internet dengan menggunakan komputer/PC atau PDA. Fitur transaksi yang dapat dilakukan sama dengan Phone Banking yaitu informasi jasa/produk bank, informasi saldo rekening, transaksi pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan transfer ke bank lain. Kelebihan dari saluran ini adalah kenyamanan bertransaksi dengan tampilan menu dan informasi secara lengkap tertampang di layar komputer/PC atau PDA.

4. SMS/m-Banking, saluran ini pada dasarnya evolusi lebih lanjut dari Phone Banking, yang memungkinkan nasabah untuk bertransaksi via HP dengan perintah SMS. Fitur transaksi yang dapat dilakukan yaitu informasi saldo rekening, pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), dan pembelian voucher. Untuk transaksi lainnya pada dasarnya dapat pula dilakukan, namun tergantung pada akses yang dapat diberikan bank. Saluran ini sebenarnya termasuk praktis namun dalam prakteknya agak merepotkan karena nasabah harus menghapal kode-kode transaksi dalam pengetikan sms, kecuali pada bank yang melakukan kerjasama dengan operator seluler, menyediakan akses banking menu – Sim Tool Kit (STK) pada simcardnya.

Di balik kemudahan e-Banking tersimpan pula risiko, untuk itu diperlukan pengaman yang baik. Lazimnya untuk ATM, nasabah diberikan kartu ATM dan kode rahasia pribadi (PIN); sedangkan untuk Phone Banking, Internet Banking, dan SMS/m-Banking, nasabah diberikan kode pengenal (userid) dan PIN. Sebagai pengaman tambahan untuk internet banking, pada bank tertentu diberikan piranti tambahan untuk mengeluarkan PIN acak/random. Sedangkan untuk SMS Banking, nasabah diminta untuk meregistrasikan nomor HP yang digunakan.

Dengan beragamnya kemudahan transaksi via e-Banking, kini pilihan ada di tangan kita untuk memanfaatkannya atau tidak. Namun mengingat tidak semua bank menyediakan layanan-layanan tersebut, maka seberapa pintarkah bank kita? Untuk dapat bertransaksi pintar, kini saatnya memilih bank pintar kita, tentunya sesuai kebutuhan transaksi.

© mc / kdr, 21 nov 06

30
Nov
06

The Story of 3G

Saat ini sedang marak-maraknya 3G (baca: triji), seiring dengan telah diimplementasikannya teknologi 3G sebagai layanan tambahan operator seluler (TSEL, XL, ISAT). Sebelumnya orang mengira 3G itu bakal menjadi operator baru atau basis seluler baru, seperti halnya ketika CDMA masuk yang memunculkan Telkom Flexi, Mobile 8, Esia, dan Starone. Ternyata 3G hanya menjadi layanan tambahan yang mengedepankan video call dan layanan data. Hal ini boleh jadi, karena penerima lisensi 3G merupakan operator yang telah ada sebelumnya dan secara teknologi 3G (WCDMA/UMTS) merupakan evolusi dari GSM. Sehingga pelanggan yang telah menjadi pengguna GSM tinggal meregister ulang nomornya untuk mendapatkan layanan 3G; dan menggunakan handset 3G tentunya.

Yang perlu diperhatikan meskipun menggunakan istilah WCDMA, bukan berarti 3G ala GSM ini merupakan evolusi dari CDMA, karena basis sebenarnya memang pengembangan dari GSM, sehingga mempunyai interoperabilitas dengan jaringan GSM yang telah ada.

CDMA sendiri sebenarnya telah mempunyai kemampuan sebagai 3G minus video call, tercermin dari kecepatan datanya yang kurang lebih sama dengan 3G ala GSM (WCDMA/UMTS), dari yang terendah CDMA 1X, CDMA EVDO, dan tercepat CDMA EVDV. CDMA sendiri merupakan evolusi dari AMPS.

Kembali ke 3G (WCDMA/UMTS), berikut adalah perjalanan evolusi layanan data seluler GSM dengan istilah-istilahnya: dimulai dengan layanan SMS sebut saja 1G, kemudian berkembang dengan layanan koneksi data CSD (Circuit Switched Data) disebut 2G, kemudian GPRS (Global Packet Radio Service)  atau 2½G, EDGE (Enhanced Data rate GSM Evolution) atau 2¾ G, dan terakhir 3G (yang sedang trend saat ini). 3G ini pun saat ini telah berevolusi dengan hadirnya High Speed Downlink Packet Access (HSDPA) disebut 3½G. Operator selular kita pun, langsung menerapkan 3½G ini pada beberapa BTS yang dibangunnya.

Well, genderang perang kecepatan layanan data mulai ditabuh. Welcome 3G, n hopefully the price 4 it is reasonable!




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.